drg Ika Ratna Sp.BM HOTLINE 08119141419 WhatsApp

Gigi Bungsu adalah Gigi Geraham terakhir yang muncul pada usia sekitar 15-21 tahun.

Gigi Bungsu ini sering kali tidak dapat tumbuh keluar menembus gusi secara normal karena biasanya tidak mendapatkan ruang atau tempat. Akibat -nya gigi tersebut terjebak tidak tumbuh kepermukaan dan tetap terbenam di dalam tulang, atau bisa juga hanya separuh mahkota yang berhasil menembus tulang. Kondisi gigi yang mengalami halangan untuk tumbuh secara normal di dalam lengkung rahang disebut Gigi Impaksi.

 

Banyak ahli berpendapat bahwa perubahan jenis makanan pada manusia modern dari mentah menjadi dimasak membuat makanan lebih lunak. Makanan lunak yang mudah ditelan menjadikan rahang tak aktif mengunyah. Sedangkan makanan banyak serat perlu kekuatan rahang untuk mengunyah lebih lama. Proses pengunyahan yang lebih lebih lama justru menjadikan rahang berkembang lebih baik. Seperti diketahui, sendi-sendi di ujung rahang merupakan titik tumbuh atau berkembangnya rahang. Jika proses mengunyah kurang, sendi-sendi nya pun kurang aktif, sehingga rahang tidak berkembang dengan maksimal. Rahang yang harusnya cukup untuk menampung 32 gigi menjadi sempit. Akibatnya, gigi bungsu yang selalu tumbuh terakhir itu tidak mendapatkan tempat untuk tumbuh normal. Ada yang tumbuh dengan posisi miring, atau bahkan “tidur” di dalam karena tidak ada tempat untuk tumbuh. Untuk Gigi Bungsu bagian atas yang tidak normal, sering tumbuh miring kearah pipi hingga mengakibatkan luka seperti sariawan di daerah pipi bagian dalam yang tidak sembuh sembuh.

Sebagian besar pasien dengan gigi yang impaksi umum -nya mengeluhkan rasa sakit yang berkisar dari ringan hingga sakit luar biasa, berdenyut, atau ada juga yang mengeluhkan sakit kepala atau pusing di sekitar telinga dan belakang leher, dan tengkuk. Ada juga yang mengeluhkan sakit saat makan karena gusi yang membengkak, karena terdapat celah antara gusi dan mahkota gigi yang berhasil tumbuh sebagian, sehingga makanan mudah terjebak di situ dan menjadi tempat tumbuhnya bakteri hal tersebut dapat merusak Gigi Geraham sebelahnya yang sehat.

Untuk pengobatan biasanya akan disarankan untuk dilakukan pengambilan Gigi Bungsu tersebut. Dan tidak bisa diambil dengan cara cabut gigi seperti biasa. Harus melalui proses operasi, karena letak dari gigi bungsu ini yang jauh di belakang gusi. Dalam bahasa kedokteran tindakan ini disebut odontektomi.

Sebelum operasi dilakukan, biasa -nya dokter akan meminta foto panoramic dari gigi pasien, yaitu foto dari gigi untuk mengetahui posisi gigi. Dokter butuh foto ini untuk mengetahui minimal sepanjang apa akar dari gigi bungsu tersebut.

Jadwal Praktek drg Ika Ratna SpBM

Jl. RC Veteran no 22 sebelah Apotik Century daerah Tanah Kusir Jakarta Selatan

  • Minggu 10:00 – 14:00
  • Senin 16:00 – 19:00
  • Selasa 10:00 – 14:00
  • Rabu 10:00 – 14:00
  • Kamis 10:00 – 14:00
  • Jumat 10:00 – 14:00 

Jadwal dengan perjanjian sebelumnya

Hubungi Hotline 08119141419 Call/Whatsapp

Google Map:

 

Artikel lain:

Gigi Bungsu Tumbuh Miring Menjadi Penyebab Rasa Sakit Kepala

Pasca Pencabutan Gigi Bungsu Akan Bengkak, Apakah Normal?

Gigi Bungsu yang Dicabut Meninggalkan Lubang Apakah Normal?

Gigi Bungsu Menyebabkan Sakit Kepala

You need to be a member of DentisBi to add comments!

Join DentisBi