drg Ika Ratna Sp.BM HOTLINE 08119141419 WhatsApp

Jangan remehkan, sakit gigi bisa merembet ke sakit jantung. Sebab ada kaitan antara peradangan jaringan pendukung gigi (periodontitis) dengan penyakit jantung.

Menurut sebuah penelitian terbaru yang tercantum pada jurnal internasional kedokteran gigi bulan September 2012 lalu, disebutkan ada hubungan antara peradangan jaringan pendukung gigi (periodontitis) dengan penyakit jantung. Hal ini dibuktikan melalui penelitian pada pasien yang menderita periodontitis,ternyata juga memiliki mediator radang yang ada pada penyakit jantung.

Penelitian lainnya, yang disampaikan pada Forum Ilmiah Periodontist Eropa di Austria bulan Juni 2012 lalu, menyimpulkan bahwa bakteri Porphyromonas gingivalis yang terdapat pada kondisi periodontitis dapat merangsang produksi sitokin. Sitokin ini tidak hanya berperan dalam terjadinya periodontitis, namun juga menimbulkan penyumbatan pembuluh darah yang berpengaruh ke jantung.

Jurnal lain menyebutkan, bahwa pasien dengan gigi berlubang, penyakit gusi, penyakit jaringan pendukung gigi, serta memiliki sisa akar yang belum dicabut, dapat menyebabkan peningkatan resiko terjadinya penyakit jantung.

Mekanisme singkatnya, bagaimana penyakit gigi dan gusi dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke adalah sebagai berikut. Ketika gusi mengalami suatu peradangan, maka bakteri gram negatif mengeluarkan endotoksin (Lipopolisakarida). Endotoksin tersebut akan melewati sirkulasi darah selama kita melakukan aktivitas normal pada rongga mulut, seperti mengunyah, sikat gigi, dan lain-lain.

Hal ini dapat mempercepat timbulnya efek negatif pada jantung dan pembuluh darah. Selanjutnya bakteri tersebut akan menimbulkan agregasi platelet, yang berkontribusi terhadap pembentukan thrombus serta thromboembolism yang merupakan penyebab utama stroke.

Kini, manakah yang lebih berisiko untuk serangan jantung, apakah gingivitis atau periodontitis? Tentu saja periodontitis.

Gingivitis merupakan perubahan patologis disertai dengan tanda-tanda inflamasi pada gusi tanpa melibatkan tulang. Dikenal juga dengan istilah peradangan pada gusi. Tanda-tanda klinis terjadinya gingivitis, antara lain adanya perdarahan pada gusi, perubahan warna pada gusi, perubahan tekstur permukaan dan kontur gusi, penurunan gusi, serta adanya rasa nyeri.

Sedangkan periodontitis, adalah kelanjutan dari gingivitis yang tidak dilakukan perawatan sedini mungkin, sehingga penyakit akan terus berkembang mempengaruhi tulang alveolar (tulang di sekitar akar gigi yang menahan gigi pada tempatnya), ligamen periodontal (jaringan ikat yang melekatkan gigi ke tulang alveolar), dan sementum (lapisan keras terakhir yang melapisi akar gigi).

Tanda-tanda klinis terjadinya periodontitis, antara lain terbentuknya poket periodontal (ruang antara gusi dan gigi yang tercipta karena plak sehingga menyebabkan kerusakan gusi dan jaringan ikat di bawah garis gusi), terjadi perdarahan, penurunan gusi, dan kegoyangan gigi.

Dengan kata lain, gingivitis merupakan tahap awal peradangan pada gusi dan merupakan gerbang awal masuknya bakteri ke dalam jaringan penghubung. Jika dibiarkan akan berlanjut menjadi periodontitis, dan bakteri gram negatif akan mengeluarkan racunnya menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah yang berpengaruh ke jantung.

Pembersihan karang gigi dengan rutin, juga salah satu kunci untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Segala lubang gigi yang ada harus ditambal dan sisa akar gigi yang masih ada juga harus dicabut.

(Sumber: Kompas Health)

You need to be a member of DentisBi to add comments!

Join DentisBi